Sambutan Ketua
 
 
 
2014-03-24 04:35:09Z       
 
 
 
Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, dan sahabat beliau.

Dengan nama Allah, kami resmikan website Ikatan Alumni Al-Azhar Internsional dari seluruh dunia, dari selatan Afrika hingga ke Eropa dan Rusia untuk batas utara, Amerika Serikat untuk batas barat, hingga Cina dan Jepang untuk batas Timur.

Atas nama ribuan putra-putri Al-Azhar yang jumlahnya mencapai sekitar 40.000 orang, kami sambut para pengunjung website ini, dari mereka yang mencari hakikat Islam, serta ingin mengetahui ilmu, kebudayaan, peradaban, dan akhlak Islam, dari tulisan para spesialis ulama Al-Azhar. Al-Azhar adalah instansi pendidikan klasik, yang berumur lebih dari 1050 tahun, dalam mengemban tanggungjawab menyebarkan dakwah Islam sebagai risalah terakhir Allah Ta'ala. Islam adalah episode terakhir dari rangkaian serial satu agama yang dimulai dari Adam 'alaihissalam dan diakhiri dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Tujuan utama website ini adalah untuk mengenalkan Islam kepada khalayak. Islam sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Quran dan disampaikan oleh Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kepada manusia. Juga menjelaskan Islam sebagai sebuah peradaban yang diturunkan kepada manusia, yang telah menebarkan kebahagiaan bagi mereka dalam kurun waktu yang lama, di seluruh penjuru dunia. Islam juga berkontribusi dalam membangun peradaban-peradaban manusia, serta berinteraksi dengan peradaban tersebut baik mengambil maupun memberi. Kebudayaan Islam memiliki dukungan yang sangat luar biasa dari segi ilmu, seni, sastra, filsafat, hukum, akhlak, olahraga, kedokteran, astronomi, musik, dan warisan-warisan klasik lainnya, serta ditopang oleh pendapat-pendapat para ulama dan pemikir Islam.

Website ini sama sekali tidak memiliki tujuan lain selain mengenal Islam secara benar. Tidak memiliki tujuan di luar koridor ini. Website ini tidak memiliki agenda politik atau mengajak non-muslim memeluk agama Islam. Akan tetapi tujuan utama kami adalah menyampaikan Islam sebagai sebuah agama, peradaban, dan kebudayaan, secara jujur dan murni, jauh dari kekeliruan dan penyimpangan ilmiah dan sejarah, yang menutupi wajah asli Islam, dan menodai –pada banyak pencari kebenaran—esensi agama yang toleran ini.

Sesungguhnya Al-Azhar, yang telah menjaga kemurnian dan moderasi Islam lebih dari sepuluh abad, merupakan instansi yang sampai detik ini akan terus melanjutkan tugas tersebut, untuk menjelaskan tentang Islam, serta keseimbangan, keteguhan, dan kontribusi kreatifnya di semua bidang ilmu pengetahuan, perkembangan peradaban, dan moral kemanusiaan.

Saat kami meresmikan website ini, kami melihat kembali ketegangan yang terjadi di akhir abad kedua puluh dan awal abad kedua puluh satu, yang berdampak negatif dalam hubungan antara Islam dan Barat. Hal itu menciptakan semacam 'kesenjangan' antara Barat dan Timur, atau tampak seperti dinding tebal adanya saling ketidakpercayaan antara Barat dan Islam. Dan semua itu hampir mengingatkan kita kembali tentang konflik di abad pertengahan dan krisis di era kolonialisme yang sudah dilupakan oleh orang-orang di Timur (Islam) dan Barat saat ini.

Al-Azhar, yang merupakan rujukan terbesar bagi umat Islam dulu dan sekarang, adalah institusi yang kompeten untuk membawa risalahnya yang baru dalam pendekatan antar peradaban dan menjembatani kesenjangan antara Islam dan Barat, serta menjadi penghubung antara manusia dengan saudaranya sesama manusia, apapun posisinya, bagaimana pun ideologi dan mazhabnya, serta apa pun warna kulit, ras, dan bahasanya. Manusia, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, adalah sama rata seperti gigi sisir. Mereka adalah keturunan dari satu bapak dan ibu. Mereka adalah saudara yang setara dan diciptakan dari satu jiwa. Meskipun warna kulit dan ras mereka berbeda-beda, namun mereka kembali ke satu asal, ke satu orang tua.

Dengan visinya untuk kesetaraan ini, website ini berangkat dari fakta-fakta Al-Quran yang menegaskan bahwa Islam sama sekali tidak mengakui klaim-klaim perbedaan, rasis, atau diskriminasi antar manusia berdasarkan jenis kelamin atau warna kulit. Standar kemuliaan di dalam Islam hanya satu yaitu amal shaleh yang sesuai dengan aturan-aturan pertanggungjawaban di hadapan Allah ta'ala.

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (an-Nisaa': 1)

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (al-Hujuraat: 13)

Selama 23 tahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kaum muslimin mengenai hakikat kesetaraan antar manusia. Nabi meneguhkan makna tersebut di dalam jiwa mereka dan interaksi mereka dengan umat lain. Menegaskan kesetaraan antara manusia merupakan salah satu pesan terakhir beliau dalam khutbah terakhir yang disampaikan kepada umat Islam pada haji Wada', yang dimulai dengan ucapan: "Wahai manusia, dengarkan dan ingatlah, boleh jadi saya tidak akan bertemu kalian lagi setelah tahun ini. Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu dan orang tua kalian satu. Kalian semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Ketahuilah bahwa orang Arab tidak lebih mulia dari orang Ajam (non-Arab), dan orang Ajam tidak lebih mulia dari orang Arab, serta orang berkulit merah tidak lebih mulia dari orang berkulit putih, melain dengan ketakwaan. Sungguh ini telah aku sampaikan. Ya Allah saksikanlah. Hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir saat ini."

Saudara pengunjung, selamat datang sekali lagi di website baru ini yang bernapaskan Al-Azhar asy-Syarif. Selamat datang saudara dalam kemanusiaan, teman dalam ilmu dan pengetahuan, sahabat dalam dialog, dan mitra dalam mewujudkan komunikasi antara peradaban Timur dan Barat.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk menunaikan apa yang dicintai dan diridhainya.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Prof. Dr. Ahmad Thayyib

Grand Shaikh Al-Azhar dan Ketua Dewan Direksi Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional