Sejarah Berdirinya
 
 
 
2014-03-24 04:31:04Z
risperidon ja raskaus risperidon wiki risperidon yliannostus
      
 
 
 
Ide pembentukan organisasi Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional (IAAI) muncul saat acara seminar internasional alumni Al-Azhar yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 Rabiul Awwal 1427 H (11-13 April 2006 M) di Kairo. Saat itu para peserta seminar memandang pentingnya mendirikan wadah untuk mempererat hubungan antara Al-Azhar dengan para alumninya di seluruh penjuru dunia. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali peran Al-Azhar di pentas internasional, serta menyebarkan sikap keagamaannya yang moderat. Juga bertujuan untuk menjaga identitas dan khazanah klasik umat Islam, mempertahankan nilai-nilai Islam, dan menghadapi kampanye gerakan-gerakan yang menebarkan keraguan dan citra buruk terhadap Islam.

IAAI merupakan organisasi non-pemerintah (LSM) yang didirikan di Republik Arab Mesir berdasarkan undang-undang yang berlaku di Mesir, dengan nomor (7145) tahun 2007 M (1428 H). Organisasi ini didirikan oleh sejumlah ulama, diantaranya Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayib, Mantan Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Sayyid Thantawi, Mantan Menteri Agama Mesir Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq, dan para ulama Al-Azhar lainnya.

Tujuan dan Aktivitas

IAAI bertujuan untuk menjalin komunikasi dengan ribuan alumni Al-Azhar di luar negeri, mempererat hubungan dengan mereka, dan memberikan bantuan kepada mereka. Hal itu dilakukan melalui sejumlah kegiatan dan fasilitas yang diberikan kepada para anggotanya. Disamping itu, IAAI juga memberikan sejumlah fasilitas bagi para anggotanya yang berada di Mesir, seperti pemberian beasiswa pendidikan untuk menempuh studi di salah satu fakultas jurusan keagamaan di Universitas Al-Azhar (Ushuluddin, Syariah Islamiyah, Bahasa Arab, Dirasat Islamiyah, dan Dakwah). Beasiswa tersebut diberikan dalam jenjang pendidikan progam sarjana, magister, dan doktoral.

Saat ini, IAAI sedang mempelajari sejumlah usulan terkait upaya untuk mempererat hubungan antar alumni Al-Azhar yang tersebar di berbagai negara Islam dan lainnya. Hal itu dilakukan dengan berkoordinasi dengan kementerian luar negeri dan delegasi-delegasi Al-Azhar di luar negeri, serta mendirikan cabang-cabang Al-Azhar di negara-negara yang memiliki banyak alumni Al-Azhar. Untuk mewujudkan hal itu IAAI juga akan mengundang sejumlah ulama jebolan Al-Azhar untuk menghadiri seminar dan forum yang diselenggarakan oleh pihak IAAI.

IAAI juga memberikan perhatian besar kepada para pelajar asing yang sedang menempuh pendidikan di Mesir, dengan menyelenggarakan sejumlah pertemuan untuk mengetahui permasalah mereka dan memberikan solusi yang terbaik. Disamping itu, pihak IAAI juga akan menyelenggarakan sejumlah seminar dan muktamar bagi mereka, serta melibatkan mereka dalam sejumlah kegiatan-kegiatan keilmuan, sosial, dan hiburan.

Demikian juga, IAAI sedang mempelajari sejumlah usulan demi meningkatkan dan mendukung para alumni Al-Azhar. Hal itu dilakukan dengan mengadakan perayaan tahunan 'Anugerah Prestasi' untuk memberikan penghargaan kepada para lulusan terbaik. Diantaranya penghargaan untuk peraih gelar magister terbaik dan peraih gelar doktoral terbaik di bidang ilmu-ilmu keislaman. Penghargaan tersebut dilakukan dengan cara memilih salah satu dari beberapa tesis dan disertasi dengan perdikat summa cumlaude. Pihak IAAI akan membentuk komite ilmiah untuk menentukan tesis dan disertasi yang terbaik.